NEOLIB/jalan yang sempit
Neo liberalisme adalah;
Hari-hari kita direcoki kata liberalisme juga turunannya “neo-liberalisme”.Perangkat politik kita terus menggadang-gadangkan siliberalisme ini sehingga dia jadi populer.Seperti Inul sigoyang ngebor yang dipopulerkan kontroversi atau”kuburan band”yang malah mengkontroversi diri melalui penampilannya
Paham ekonomi neo-liberal (neo-lib) yang berarti gerakan liberalisme baru,mengacu pada filosop ekonomi-politik yang menolakcampur tangan pemerintah dalam ekonomi domestik.Paham ini memfokuskan pada metode pasar bebas,memberikan peluang yang besar kepada pelaku bisnis dan hak-hak milik pribadi.Dalam kebijakan ekonomi luar negeri,neo-lib erat kaitannya dengan pembukaan pasar luar negeri melalui cara-cara politis,menggunakan tekanan ekonomi,diplomasi,juga intervensi militer.
Paham yang diadopsi dari negara-negara kapitalis ini mengharamkan campur tangan pemerintah,pasar itu jangan dicampuri biar bekerja sendiri dengan mekanisme hukum pasar permintaan-penawaran,katanya.ini sama artinya memberikan keleluasaan bagi tangan-tangn tak terlihat untuk mempengaruhi pasar dunia.setelah mendominasi selama 30tahun,toh akhirnya sistem ini roboh yang ditandai dengan krisis global yang terjadi di akhir tahun lalu.Para negara yang menggawanginya pun kalang kabut dibuatnya.
maka kemudian paham liberalisme ekonomi maupun Neo-lib identik dengan penjajahan model baru di era pos-modernis.Dan ketika label ini dilekatkan kepada seseorang,maka itu berarti penolakan bagi sosok teknokrat itu.
Tidak saja di sektor ekonomi-politik,Liberalisme ini juga merambah ke masalah agama.Ada gerakan Islam liberal yang bahkan semakin gencar dikampanyekan,bahkan telah merasuki dunia pendidikan kita.
Bersama geng-nya yaitu faham sekularisme,pluralisme,liberalisme agama yang dikenal ’sepilis’ ini saling dukung mendukung,kalau neo-lib telah dihukum publik,tetapi tidak dengan liberalisme agama Islam.Opini publik terpecah antara yang tidak sadar,yang menolak dan yang mendukung,bahkan yang memuja-mujanya.
Jejak para penganut paham ini tidak sulit dicari.Diperguruan tinggi islam jumlah mereka bahkan semakin banyak saja.jangan-jangn ustaz atau guru agama anda juga adalah penganut paham ini.
Sekularisme adalah paham yang memisahkan antara urusan dunia dengan urusan akhirat.Agama ya agama kalau mau beribadah,sholat atau puasa ya monggo,tapi kalau urusan kerja kita diharuskan untuk menipu karna itu urusan dunia agama jangan ikut campur.
Para pengusung aliran ini menyatakan keharusan liberalisme agama;untuk itu yang perlu dilakukan adalah sekularisme agama.Jadi sekularisasi ini memang bermuara pada liberisasi agama.Gerakan sekuler ini semakin gencar dirasakan,semakin banyak para sarjana islam,khususnya yang belajar agama di eropa,yang memiliki paham seperti itu
Tapi kemudian Peter Ludwig Berger,seorang teolog Lutheran menyatakan bahwa sekularisasi telah gagal.karna ternyata semakin diserang ,praktik keagamaan islam justru semakin subur dan desekularisasi malah dominan.karna itulah,dia kemudian mengusulkan penyebaran paham pluralisme sebagai gantinya.
Pluralisme memiliki doktrin pengkuan bahwa kemajemukan adalah prinsip tertinggi dan tidak ada kebenaran yang tunggal tentang sesuatu masalah.karena itu menurut mereka,kalau anda beragama jangan berfikir bahwa agama anda adalah yang paling benar,karena agama lain juga benar,ciri mereka antara lain,menjadikan kelompok yang dicap fundamentalis sebagai musuh utama.
Nah,kalau liberalisme agama, seperti halnya pasar bebas,memberi kebebasan sebebas-bebasnya kepada orang untuk menafsirkan agama-Mungkin kalau ada balita yang baru bicara bisa menafsirkan agama-boleh-boleh saja diikuti.
Tidak mengherankan kalau kelompok inilah yang menjadi pendukung utama kaum homoseksual,lesbian,praktik kawin beda agama dan lain-lain yang nyeleneh.Tapi karna aliran ini digerakkan oleh orang2 yang menyandang gelar gelar professor,doktor,maka lapisan luarnya seringkali menggoda dan mempersona.Orang seringkali mengagumi uraian pemikiran tentang kemajemukan adalah sunnatullah,keharusan toleransi,menghargai pendapat orang lain,menghargai kebebasan sebagai pangkal kreatifitas.Padahal dalam perspektif agama yang kita yakini,sebenarnya mereka sedang mengajak kita menuju jalan yang sempit menuju neraka.
